My Blog

Kamis, 28 Maret 2013

MENGANALISIS ARTIKEL MEDIA MASSA


KOMPAS.com - Samsung resmi memperkenalkan smartphone Android andalan terbarunya, Galaxy S4, di New York, Amerika Serikat, (1) pada 14 Maret 2013 waktu setempat.
Selain dilengkapi dengan spesifikasi yang mumpuni, Samsung mempersenjatai produk ini dengan berbagai fitur baru dari segi aplikasi, seperti S Translator, Air Gestures, Smart Pause, Smart Scroll, dan S Health.

Berikut beberapa penjelasan fitur Galaxy S4, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (15/3/2013).
1. S Translator
Seperti namanya, fitur ini mampu menerjemahkan berbagai pesan yang terdapat di email, SMS, dan layanan chatting ChatOn. Total, layanan ini mendukung 10 bahasa.
2. Air Gestures
(2) Fitur tersebut mengizinkan penggunanya untuk menggulirkan layar, tanpa harus menyentuh layar. Cukup taruh jari tidak jauh dari layar, sapukan jari, kemudian layar secara otomatis akan berpindah.
Fitur ini mirip dengan yang dimiliki oleh keluarga Galaxy Note. Bedanya, si pengguna tidak membutuhkan stylus S Pen untuk melakukan fitur ini di Samsung Galaxy S4.
3. Smart Pause
(3) Fitur yang satu ini mendeteksi mata penggunanya. Fitur tersebut mampu menghentikan untuk sementara (pause) video yang ditonton, apabila pengguna sedang menatap atau melihat ke arah lain.
4. Smart Scroll
(4) Informasi mengenai fitur Smart Scroll sempat bocor sebelum Samsung Galaxy S4 resmi diperkenalkan. Fitur tersebut mengizinkan penggunanya untuk menentukan ke mana layar akan bergulir hanya dengan menggunakan mata.
Sebagai contoh, saat pengguna sedang membaca sebuah artikel dan pandangan mata mereka berada di ujungnya, aplikasi canggih ini secara otomatis akan menggulirkan layar ke bawah untuk menampilkan paragraf selanjutnya.
5. S Health
Fitur tersebut akan membantu pengguna untuk memonitor kesehatannya. Galaxy S4 dapat dihubungkan dengan berbagai alat kesehatan untuk memantau berat badan, tekanan darah, dan juga detak jantung.
Galaxy S4 sendiri sudah dilengkapi dengan pedometer yang dapat membantu penggunanya untuk menghitung jumlah langkah setiap harinya.
 6. Group Play
Ada berbagai fungsi yang ditawarkan oleh fitur ini. Pengguna dapat melakukan sinkronisasi lagu dan foto antar sesama pengguna Galaxy S4 melalui fitur tersebut
Pengguna juga dapat bermain game multiplayer, (5) selama aplikasi game mendukungnya. Pada saat peluncuran produk tersebut, sudah ada dua game yang sudah mendukung fitur ini, yaitu Asphalt 7 dan Gun Bros 2.
7. Dual Camera
Pengguna dapat merekam video atau mengambil gambar dengan menggunakan dua kamera sekaligus yang terdapat di Galaxy S4.


sumber artikel :

Sabtu, 05 Januari 2013

FENOMENA MASALAH "ANAK JALANAN"

anak jalanan merupakan isu global yang telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Jumlah anak jalanan bertambah setiap hari dan mempunyai prevalensi yang cukup tinggi di negara – negara yang miskin dan berkembang terutamanya di benua Latin Amerika, Asia dan Afrika. Sampai pada detik ini, jumlah anak jalanan yang pasti di seluruh dunia masih tidak diketahui lagi, tetapi UNICEF (2003) mengestimasi bahwa ada sekurangnya sekitar 100juta orang. Publikasi artikel oleh Railway Children (2009), menunjukkan India mempunyai jumlah anak jalanan yang paling banyak di dunia ini dengan mencatatkan jumlah sekurangnya 11juta orang. Berdasarkan kepada stastistik yang dikumpul, dianggarkan terdapat sekitar 170,000 orang anak jalanan di Indonesia (Irwanto,1999).

Anak jalanan umumnya berusia sekitar dari 6 hingga 18 tahun merupakan antara kelompok yang beresiko tinggi terhadap pembunuhan, pelecehan dan perlakuan tidak manusiawi. Demi kelangsungan hidupnya, mereka akan memilih untuk melakukan pencurian bahkan hingga menjual dirinya sendiri demi uang. Diperkirakan sekitar 90% dari mereka yang mengalami ketergantungan terhadap zat-zat adiktif seperti lem, bahan pewarna, dan lain-lain, dapat mengakibatkan penyakit gagal ginjal, kerusakan otak permanen, dan bahkan kematian. Berdasarkan kepada survey yang dilakukan oleh National Survey on Drug Use and Health (2008) di Negara Amerika, sebanyak 22.8juta orang yang berusia 12 tahun dan keatas dilaporkan pernah menyalahgunakan bahan atau zat adiktif sekurangnya satu kali dalam riwayat hidup mereka. Ini mewakili sekitar 8.9% dari populasi anak muda yang berusia 12 tahun dan ke atas di Negara Amerika. Menurut United Nation (2005), pada tahun 2003 terdapat 11 buah Negara yang mencatatkan peningkatan jumlah pengguna bahan atau zat adiktif. Di Indonesia pula, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (2005) melaporkan sebanyak 648 kasus tindakan pindana narkoba karena bahan atau zat aktif pada tahun 2004. Walaupun bergitu, jumlah kasus tindakan pindana yang dilaporkan tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya karena rata – rata banyak kasus yang tidak dilaporkan. Ketergantungan kepada zat – zat adiktif merupakan isu global dengan dampak yang signifikan terhadap pengguna, keluarga pengguna serta komunitas. Meskipun demikian, ketergantungan zat-zat adiktif yang merupakan salah satu jenis dari penyalahgunaan narkoba, merupakan masalah penyalahgunaan yang penelitiannya masih kurang memadai dan tidak cukup medalam. mengenai paten penyalahgunaan dan statistik epidemiologi ketergantungan terhadap zat – zat adiktif masih sukar didapati di peringkat nasional.

Oleh karena itu, berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik ingin melakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara Pengetahuan Anak Jalanan Kota Medan tentang Menghidu Lem terhadap Prevalensi Menghidu Lem Tahun 2010”.

Beberapa kutipan fenomena masalah di atas adalah:
·         jumlah anak jalanan yang pasti di seluruh dunia masih tidak diketahui lagi, tetapi UNICEF (2003) mengestimasi bahwa ada sekurangnya sekitar 100juta orang.
·         India mempunyai jumlah anak jalanan yang paling banyak di dunia ini dengan mencatatkan jumlah sekurangnya 11juta orang dikatakan oleh publikasi artikel [Railway Children (2009)].
·         Berdasarkan kepada stastistik yang dikumpul, dianggarkan terdapat sekitar 170,000 orang anak jalanan di Indonesia (Irwanto,1999).
·         Berdasarkan kepada survey yang dilakukan oleh National Survey on Drug Use and Health (2008) di Negara Amerika, sebanyak 22.8juta orang yang berusia 12 tahun dan keatas dilaporkan pernah menyalahgunakan bahan atau zat adiktif sekurangnya satu kali dalam riwayat hidup mereka. Ini mewakili sekitar 8.9% dari populasi anak muda yang berusia 12 tahun dan ke atas di Negara Amerika.
·         pada tahun 2003 terdapat 11 buah Negara yang mencatatkan peningkatan jumlah pengguna bahan atau zat adiktif [Menurut United Nation (2005)].
·         Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (2005) melaporkan sebanyak 648 kasus tindakan pindana narkoba karena bahan atau zat aktif pada tahun 2004.
·         peneliti tertarik ingin melakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara Pengetahuan Anak Jalanan Kota Medan tentang Menghidu Lem terhadap Prevalensi Menghidu Lem Tahun 2010”.

Daftar pustaka:
(penelitian fenomena masalah anak jalanan,  diakses tanggal 4 januari 2013)

PENDEFINISIAN DAFTAR PUSTAKA, ABSTRAK, dan KUTIPAN


1.  Pengertian Daftar Pustaka
Menurut bibliografi daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contoh: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar yaitu:
·       Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan alfabet, berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa menggunakan angka arab.
·       Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama depan)
-Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
-Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku diberi tanda titik (.).
-Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik
-Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka sumber dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.
·       Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet ada beberapa rumusan pendapat :
Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
• Nama Pengarang• Tanggal revisi terakhhir• Judul Makalah• Media yang memuat• URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file• Tanggal akses
Winarko memberikan rumusan pencantuman bibliografi online di daftar pustaka sebagai berikut:
Artikel jurnal dari internet: Majalah/Jurnal Online
Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (dengan singkatanresminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.*) Nama majalah online harus ditulis miring
·         Artikel umum dari internet dengan nama
Penulis, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).*) Judul artikel harus ditulis miring
·         Artikel umum dari internet tanpa nama
Anonim, tahun, judul artikel, [jenis media], alamat website (diakses tanggal …).*) “Anonim” dapat diganti dengan “_____”. Judul artikel harus ditulis miring

Contoh penulisan daftar pustaka
Baradja, M.F. 1990.
 Kapita Selecta Pengajaran Bahasa. Malang: Penerbit IKIP Malang.
Damono, Sapardi Joko. 1979. Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Hermans, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch, [online], (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses tanggal 25 Juli 2008 )

2.  Pengertian Abstrak
Abstrak adalah ringkasan singkat dari artikel penelitian, tesis, review, melanjutkan konferensi atau setiap analisis mendalam tentang topik tertentu atau disiplin, dan sering digunakan untuk membantu pembaca dengan cepat memastikan tujuan kertas. Ketika digunakan abstrak selalu muncul pada awal naskah, bertindak sebagai titik-masuknya untuk setiap kertas akademik diberikan atau aplikasi paten. Abstrak dan mengindeks layanan untuk berbagai disiplin ilmu yang ditujukan untuk menyusun tubuh sastra untuk topik tertentu.

Para ikhtisar istilah atau sinopsis digunakan dalam beberapa publikasi untuk merujuk hal yang sama bahwa publikasi lain mungkin menyebutnya "abstrak". Dalam laporan manajemen, ringkasan eksekutif biasanya berisi informasi lebih lanjut (dan informasi seringkali lebih sensitif) bukan dari abstrak.

Tujuan dan keterbatasan abstrak
Literatur akademis menggunakan abstrak untuk berkomunikasi ringkas penelitian yang kompleks. Abstrak dapat bertindak sebagai entitas yang berdiri sendiri bukan paper. Dengan demikian, abstrak digunakan oleh banyak organisasi sebagai dasar untuk memilih penelitian yang diusulkan untuk presentasi dalam bentuk presentasi poster, platform / lisan atau presentasi lokakarya di sebuah konferensi akademis. Literatur database yang paling mesin pencari indeks hanya abstrak daripada memberikan seluruh teks kertas. Teks penuh karya ilmiah sering harus dibeli karena hak cipta dan / atau biaya penerbit dan karena itu abstrak adalah titik penjualan yang signifikan untuk cetak ulang atau bentuk elektronik dari teks lengkap.

Abstrak dilindungi oleh hukum hak cipta seperti bentuk lain dari sambutan tertulis yang dilindungi. Namun, penerbit artikel ilmiah selalu membuat abstrak tersedia untuk publik, bahkan ketika artikel itu sendiri dilindungi oleh penghalang tol. Misalnya, artikel dalam literatur biomedis yang tersedia secara publik dari MEDLINE yang dapat diakses melalui PubMed. Ini adalah kesalahpahaman umum bahwa abstrak dalam MEDLINE memberikan informasi yang cukup bagi para praktisi medis, mahasiswa, sarjana dan pasien [kutipan diperlukan]. Abstrak dapat menyampaikan hasil utama dan kesimpulan dari sebuah artikel ilmiah tetapi artikel teks penuh harus berkonsultasi untuk rincian metodologi, hasil eksperimen penuh, dan diskusi kritis dari interpretasi dan kesimpulan. 

Abstrak memungkinkan seseorang untuk menyaring jumlah berlebihan paper untuk yang di mana peneliti dapat lebih percaya bahwa mereka akan relevan dengan penelitiannya. Setelah paper yang dipilih berdasarkan abstrak, mereka harus membaca dengan seksama untuk dievaluasi untuk relevansi. Hal ini umumnya menduga bahwa seseorang tidak harus mendasarkan kutipan referensi pada abstrak saja, tetapi manfaat seluruh kertas.

3.  Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seorang pengarang/pembicara/orang terkenal, yang terdapat dalam buku, acuan lain atau penuturan lisan.
Kutipan dibagi menjadi dua jenis yaitu:
·         Kutipan langsung adalah pinjaman kalimat atau pendapat seorangpengarang/pembicara/orang terkenal yang diambil secara lengkap (per kata atau per kalimat) dari sumbernya.
·         Kutipan tidak langsung adalah pinjaman kalimat atau pendapat seorang pengarang/pembicara/orang terkenal yang diambil intinya saja.
Teknik Mengutip yang baik dan benar yaitu:
 Kutipan langsung
1) yang tidak lebih dari empat baris :
a) kutipan diintegrasikan dengan teks
b) jarak antar baris kutipan dua spasi
c) kutipan diapit dengan tanda kutip
d) sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.

2) yang lebih dari empat baris :
a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
b) jarak antar kutipan satu spasi
c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
e) di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)

Kutipan tak langsung
1) kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan

Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

Kutipan atas ucapan lisan

Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

Kutipan dalam kutipan

Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara :
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tungggal atau tanda kutip ganda.
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan mempergunakan tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh :
“Jelas,” kata Prof. Haryati, ”kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”

Referensi:

Minggu, 04 November 2012

Cara penulisan blog yang baik


1.      Penggunaan judul dalam postingan
Buatlah judul postinagan semenarik mungkin agar pembaca blog ingin membaca artikel yang kita buat dan dalam pengunaan judul pada postingan anda harus memberikan judul yanga baik, tidak boleh memberikan judul yang tidak baik. Misalkan di depan pada judul posting di beri judul blog hal itu tidak baik karena dapat mempengaruhi dalam Search Engine.

2.     Kuasai Materi untuk artikel yang dibuat
Bila kita tidak menguasai materi yang ingin disampaikan maka hal yang kita tulis tidak akan maksimal. Akan membuat pembaca tidak merasa puas dengan informasi yang di dapatkannya dan akan mencari informasi yang dia cari ke blog yang lain. Untuk itu lah siapkan dahulu materi sebaik-baiknya.

3.     Tidak boleh banyak candaan
Memberikan candaan pada posting blog itu tidak baik karena pembaca posting blog tidak suka kalu posting nya banyak bercandanya misalkan contoh : sebelum kita mulai tutorial nya kita minum kopi hangat dan makan roti dulu, dll.

4.     Hiasi artikel dengan gambar menarik
Dalam membuat posting blog anda prelu memberinya sedikit gambar yang menarik agar pembaca tidak bosan, tetapi jangan banyak-banyak. Berilah gambar yang sedang-sedang saja jangan terlalu besar maupun terlalu kecil menimalkan beri gambar di atas posting, memberi gambar pada posting juga bertujuan menambah jumlah pengunjung melalui Image search.

5.     Periksa Kembali Artikel yang Kalian Tulis
Ini bertujuan untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan dalam penulisan, karena tidak dapat dipungkiri kebanyakan orang pasti melakukan kesalahan dalam pengetikan walaupun itu hanya 1 atau 2 kata. Artikel yang terdapat kesalahan penulisan akan dianggap tidak profesional oleh para pembaca, oleh karena itu telitilah kalian dalam menulis.

6.     Kuasai Materi untuk artikel yang dibuat
Bila kita tidak menguasai materi yang ingin disampaikan maka hal yang kita tulis tidak akan maksimal. Akan  membuat pembaca tidak merasa puas dengan informasi yang di dapatkannya dan akan mencari informasi yang dia cari ke blog yang lain. Untuk itu lah siapkan dahulu materi sebaik-baiknya.


Referensi:

Beberapa tanda baca yang sering dipakai beserta fungsinya


1.     Tanda titik (.)
Fungsi dalam pemakaian tanda titik adalah:
v  Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan kalimat pertanyaan atau perintah.
Contoh: Ibu pergi ke pasar pagi hari.
v  Pada akhir singkatan nama orang.
Contoh: Dwina P. (sinkatan nama dari Dwina Permatasari).
v  Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.
Contoh: S.H. (gelar untuk Sarjana Hukum).
v  Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.
Contoh: No. (singaktan dari kata nomor).
v  Dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar.
Contoh: 1. ......
                             2. ......

2.     Tanda Koma (,)
Fungsi dalam pemakaian tanda koma adalah:
v Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang.
Contoh: fia membeli pulpen, pensil, dan buku.
v Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
Contoh: karena tidak belajar, ia tidak bisa mengerjakan soal ujian.
v Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh: kata ayah, “Ibu tadi pergi ke pasar”.

3.     Tanda Seru (!)
Fungsi dalam pemakaian tanda seru adalah:
v  Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah.
Contoh: buka pintu itu!
v  Ungkapan yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh: stop buang sampah sembarangan!

4.     Tanda Titik Dua (:)
Fungsi dalam pemakaian tanda titik dua adalah:
v  Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh: toko itu menjual pakaian kantor : kemeja, celana panjang, dan dasi.
v  Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh: Nama : Nia Fitriana
               NPM    : 14110955
               Kelas  : 3KA19
v  Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman atau antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7
               (ii) Surah Yasin:9
               (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
v  Untuk menandakan nisbah atau (perbandingan).
Contoh: perbandingan banyaknya siswa laki-laki dan perempuan di kelas adalah 1 : 2.

5.     Tanda Tanya (?)
Fungsi dalam pemakaian tanda tanya adalah:
v  Tanda tanya selalu dipakai pada setiap akhir kalimat tanya.
Contoh: apa yang kamu lakukan?
v  Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh: pak Andi uangnya 5 juta (?) hilang.

6.     Tanda Hubung (-)
Fungsi dalam pemakaian tanda hubung adalah:
v  Menyambung unsur-unsur kata ulang
Contoh: buku-buku itu berantakan.
v  Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh: mobil itu sudah di-charter orang lain.

7.     Tanda Petik ("...")
Fungsi dalam pemakaian tanda petik adalah:
v  Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh: kata dika, “kita belajar di rumahnya”.
v  Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat
Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.
Contoh: Bacalah "Bola Lampu" dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.

8.     Tanda Garis Miring (/)
Fungsi dalam pemakaian tanda garis miring adalah:
v  Dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh: tahun ajaran 2011/2012
v  Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat
Contoh: saya kuliah 5 hari/minggu.

9.     Tanda Kurung ((...))
Fungsi dalam pemakaian tanda kurung adalah:
v  Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Contoh: masyarakat sudah menunggu di TPS (Tempat Pemilihan Suara) untuk memilih wali kota yang baru.
v  Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.
Contoh: Pertumbuhan penjualan tahun ini (lihat Tabel 7) menunjukkan adanya perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.
v  Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan.
Contoh: (a).....
               (b).....

10.  Tanda Kurung Siku ( [...] )
Fungsi dalam pemakaian tanda kurung siku adalah:
v  Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.
Contoh: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
v  Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini.

­
11.  Tanda Elipsis (...)
Fungsi dalam pemakaian tanda elipsis adalah:
v  Menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
Contoh: kau sepertinya... sedang kebingungan (contoh dalam naskah drama).
v  Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan.
Contoh: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.

  
 Referensi: