My Blog

Senin, 04 Juni 2012

KELOMPOK DALAM ORGANISASI


Peran Individu dalam Suatu Kelompok
Kelompok adalah sekumpulan individu yang tergabung dalam suatu organisasi (perkumpulan) yang mempunyai kesamaan sifat, hoby atau kesamaan yang lainnya untuk bersosialisasi dan melaksanakan suatu kinerja bersama dalam kelompok tersebut.
Pelibatan dan partisipasi anggota atau individu dalam kelompok menjadi lebih penting ketika kelompok tersebut memulai suatu fungsi karena tanpa keterlibatannya kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Keterlibatan dan partisipasi juga cenderung menghasilkan suatu kinerja, pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsur manusia dalam organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi.
 Masing–masing dari individu tersebut di dalam suatu organisasi mempunyai peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah, yaitu organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi tidak efisien jika “individu” ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi. Karena individu tidak mempunyai struktur dan sistem untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
Peran kelompok dalam suatu organisasi
Pelibatan kelompok dalam suatu organisasi dapat dilakukan dengan mekanisme pembagian atas individu–individu agar membentuk suatu kumpulan yang mempunyai pola dan sistem kerja.
Organisasi lebih mengutamakan atas pencapaian tujuan dasar yang lebih mengedepankan kepada hasil yang ingin dicapai. Suatu kinerja kelompok akan lebih efisien ketika di letakkan di ruang lingkup organisasi karena suatu tujuan akan lebih cepat tercapai jika didalam pengelolaannya dikerjakan secara berstruktur atau berkelompok.

Macam – Macam Kelompok
1.      Kelompok Formal dan Informal
·         Kelompok Formal
Adanya peraturan atau anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan pembagian tugas yang jelas. Contoh : Partai Politik, Koperasi.
·         Kelompok Informal
Tidak adanya peraturan atau anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sifatnya berdasarkan kekeluargaan dengan perasaan simpatik. Contoh : Arisan keluarga.
2.     Kelompok terbuka dan tertutup
·         Kelompok terbuka
Kelompok yang secara tetap mempunyai rasa tanggap akan perubahan dan pembaharuan.
·         Kelompok tertutup
Kelompok yang kecil kemungkinannya untuk menerima perubahan dan pembaharuan atau memiliki kecenderungan untuk tetap menjaga kestabilan yang telah ada.
3.     Kelompok primer Dan Sekunder
·         Kelompok Primer
Kelompok sosial dimana interaksi sosial terjadi yg anggotanya saling mengenal dekat & memiiki hubungan yg erat dlm kehidupan (Ex : keluarga, rukun tetangga, kelp diskusi, kelp agama dll)
·         Kelompok sekunder
Terjadi apabila interaksi sosial dilakukan secara tidak langsung, berjauhan dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan sifatnya lebih objektif. Contoh : Partai politik, Himpunan serikat pekerja.

Pengalaman dalam Kelompok
Pengalaman saya dalam suatu kelompok organisasi ekstra kurikuler waktu saya sekolah menengah atas, saya bersosialisasi dengan teman – teman yang lainnya. Kami bekerja sama untuk mengembangkan ekstra kurikuler tersebut menjadi organisasi yang lebih baik dan berguna untuk orang lain atau masyarakat disekitar kita. Selama mengikuti organisasi tersebut yang saya rasakan adalah dapat berkumpul bersama teman–teman dan bekerja sama dalam mengadakan acara kegiatan–kegiatan, walaupun lelah untuk mengadakan acara kegiatan tetapi saya senang karena kita bekerja sama.