My Blog

Minggu, 04 November 2012

Beberapa tanda baca yang sering dipakai beserta fungsinya


1.     Tanda titik (.)
Fungsi dalam pemakaian tanda titik adalah:
v  Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan kalimat pertanyaan atau perintah.
Contoh: Ibu pergi ke pasar pagi hari.
v  Pada akhir singkatan nama orang.
Contoh: Dwina P. (sinkatan nama dari Dwina Permatasari).
v  Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.
Contoh: S.H. (gelar untuk Sarjana Hukum).
v  Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.
Contoh: No. (singaktan dari kata nomor).
v  Dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar.
Contoh: 1. ......
                             2. ......

2.     Tanda Koma (,)
Fungsi dalam pemakaian tanda koma adalah:
v Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang.
Contoh: fia membeli pulpen, pensil, dan buku.
v Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
Contoh: karena tidak belajar, ia tidak bisa mengerjakan soal ujian.
v Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh: kata ayah, “Ibu tadi pergi ke pasar”.

3.     Tanda Seru (!)
Fungsi dalam pemakaian tanda seru adalah:
v  Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah.
Contoh: buka pintu itu!
v  Ungkapan yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh: stop buang sampah sembarangan!

4.     Tanda Titik Dua (:)
Fungsi dalam pemakaian tanda titik dua adalah:
v  Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh: toko itu menjual pakaian kantor : kemeja, celana panjang, dan dasi.
v  Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh: Nama : Nia Fitriana
               NPM    : 14110955
               Kelas  : 3KA19
v  Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman atau antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7
               (ii) Surah Yasin:9
               (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
v  Untuk menandakan nisbah atau (perbandingan).
Contoh: perbandingan banyaknya siswa laki-laki dan perempuan di kelas adalah 1 : 2.

5.     Tanda Tanya (?)
Fungsi dalam pemakaian tanda tanya adalah:
v  Tanda tanya selalu dipakai pada setiap akhir kalimat tanya.
Contoh: apa yang kamu lakukan?
v  Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh: pak Andi uangnya 5 juta (?) hilang.

6.     Tanda Hubung (-)
Fungsi dalam pemakaian tanda hubung adalah:
v  Menyambung unsur-unsur kata ulang
Contoh: buku-buku itu berantakan.
v  Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh: mobil itu sudah di-charter orang lain.

7.     Tanda Petik ("...")
Fungsi dalam pemakaian tanda petik adalah:
v  Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh: kata dika, “kita belajar di rumahnya”.
v  Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat
Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.
Contoh: Bacalah "Bola Lampu" dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.

8.     Tanda Garis Miring (/)
Fungsi dalam pemakaian tanda garis miring adalah:
v  Dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh: tahun ajaran 2011/2012
v  Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat
Contoh: saya kuliah 5 hari/minggu.

9.     Tanda Kurung ((...))
Fungsi dalam pemakaian tanda kurung adalah:
v  Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Contoh: masyarakat sudah menunggu di TPS (Tempat Pemilihan Suara) untuk memilih wali kota yang baru.
v  Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.
Contoh: Pertumbuhan penjualan tahun ini (lihat Tabel 7) menunjukkan adanya perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.
v  Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan.
Contoh: (a).....
               (b).....

10.  Tanda Kurung Siku ( [...] )
Fungsi dalam pemakaian tanda kurung siku adalah:
v  Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.
Contoh: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
v  Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini.

­
11.  Tanda Elipsis (...)
Fungsi dalam pemakaian tanda elipsis adalah:
v  Menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
Contoh: kau sepertinya... sedang kebingungan (contoh dalam naskah drama).
v  Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan.
Contoh: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.

  
 Referensi: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar